
Pagar Alam, 10 September 2026 – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan, Yulius Sahruzah, memimpin langsung pelaksanaan relokasi 207 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari gedung lama menuju gedung baru Lapas Kelas III Pagar Alam, Kamis (10/9). Di bawah komando Kakanwil, seluruh rangkaian relokasi berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Sebelum proses pemindahan dimulai, Kakanwil Ditjenpas Sumatera Selatan memimpin Apel Kesiapan Personel dan memberikan pengarahan kepada seluruh petugas yang terlibat. Dalam arahannya, Yulius Sahruzah menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP), kesiapsiagaan personel, pembagian tugas yang jelas, serta pengendalian yang optimal selama proses relokasi berlangsung.

“Kegiatan relokasi ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Keselamatan, keamanan, serta ketertiban menjadi prioritas utama sehingga seluruh tahapan harus berjalan sesuai SOP,” tegas Kakanwil kepada seluruh personel.
Pelaksanaan relokasi merupakan hasil sinergi antara Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Selatan, Lapas Kelas III Pagar Alam, bantuan personel dari Lapas Kelas IIB Lahat dan Lapas Kelas III Empat Lawang, serta dukungan pengamanan dari Polres Pagar Alam.

Sebanyak 207 WBP, terdiri atas 41 orang tahanan dan 166 orang narapidana, dipindahkan dalam dua kloter. Kloter pertama membawa 104 orang WBP, sedangkan kloter kedua membawa 103 orang WBP. Mobilisasi menggunakan tiga unit bus besar dan tiga unit mobil Transpas dengan pengawalan ketat dari tim gabungan pemasyarakatan serta dukungan pengamanan jalur dan perimeter oleh Polres Pagar Alam. Seluruh proses berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB tanpa adanya gangguan keamanan.
Tidak hanya memastikan proses pemindahan warga binaan berjalan lancar, Kakanwil juga mengawasi langsung pemindahan seluruh senjata api, amunisi, dan sarana pengamanan dari gudang senjata gedung lama menuju Gudang Senjata Gedung Baru Lapas Kelas III Pagar Alam. Seluruh proses dilakukan melalui penghitungan, pemeriksaan fisik, verifikasi inventaris, dan pengawalan melekat sehingga seluruh perlengkapan pengamanan dipastikan lengkap, aman, dan tersimpan sesuai ketentuan.
Usai relokasi, Kakanwil turut memastikan kesiapan gedung baru beserta seluruh fasilitas pendukung. WBP laki-laki ditempatkan di Blok A, sementara WBP perempuan ditempatkan secara terpisah di Blok B. Kondisi air bersih, sanitasi, kelistrikan, penerangan kamar, hingga penerangan perimeter luar dipastikan berfungsi dengan baik.
Selain itu, berbagai fasilitas pengamanan seperti pintu geser gerbang kedua untuk akses bus dan kendaraan Transpas, pintu khusus mobilisasi bahan makanan, rolling door di depan Ruang Komandan Jaga, serta sistem pengeras suara (hailing) telah siap digunakan untuk mendukung operasional dan keamanan lapas.
Dalam masa transisi menuju operasional penuh, Kakanwil juga memastikan pelayanan kepada warga binaan tetap berjalan optimal. Kebutuhan konsumsi pada hari relokasi dipenuhi melalui penyediaan makanan siap saji oleh vendor, sementara peralatan dapur telah dipindahkan dan sedang ditata agar dapur baru segera dapat beroperasi secara mandiri. Pasokan air dapur juga tetap tersedia melalui bak penampungan cadangan sembari menunggu penyelesaian perbaikan kebocoran pada bak air baru.
Setelah seluruh WBP menempati blok hunian baru, Kakanwil memimpin pelaksanaan apel penghitungan ulang serta pemeriksaan fisik dan administrasi. Hasilnya memastikan seluruh 207 WBP lengkap, sehat, dan berada dalam kondisi aman. Pemindahan senjata api, amunisi, dan sarana pengamanan juga selesai dilaksanakan dengan kondisi inventaris lengkap dan aman.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, situasi keamanan dan ketertiban di Lapas Kelas III Pagar Alam tetap aman, terkendali, dan kondusif.
Sebagai tindak lanjut, Yulius Sahruzah menginstruksikan jajaran Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Selatan bersama Lapas Kelas III Pagar Alam untuk melaksanakan evaluasi pasca-relokasi pada Jumat (11/9). Evaluasi tersebut bertujuan mengidentifikasi berbagai aspek teknis, kesiapan sarana dan prasarana, serta proses adaptasi warga binaan di gedung baru.
Kakanwil juga menegaskan agar koordinasi dengan Lapas Kelas IIB Lahat, Lapas Kelas III Empat Lawang, dan Polres Pagar Alam terus diperkuat. Selain itu, pengawasan terhadap gudang senjata, peningkatan pengamanan blok hunian, percepatan operasional dapur, serta penyelesaian perbaikan minor sarana prasarana menjadi perhatian utama guna memastikan operasional Lapas Kelas III Pagar Alam di gedung baru berjalan optimal.
Keberhasilan relokasi ini menjadi bukti kepemimpinan dan komitmen Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Selatan dalam memastikan setiap tahapan pemindahan berjalan sesuai prosedur, mengedepankan aspek keamanan, serta memberikan pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional melalui pemanfaatan gedung baru Lapas Kelas III Pagar Alam.






Tinggalkan Balasan