
Palembang, 12 Oktober 2026 – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Yulius Sahruzah, membuka kegiatan hari pertama Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TB) bagi pegawai dan warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen jajaran Pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia di bidang kesehatan.

Kegiatan diawali dengan laporan Kepala Rutan Kelas I Palembang, Aris Supriyadi, dilanjutkan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dan pembukaan kegiatan oleh Yulius Sahruzah. Pelaksanaan CKG dan skrining TB ini melibatkan Tim Kesehatan Rutan Kelas I Palembang bersama petugas Puskesmas Pakjo dan Puskesmas 7 Ulu, serta didukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk memastikan pemeriksaan berjalan optimal dan sesuai sasaran.
Rangkaian pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, pemeriksaan mata, telinga, hidung dan tenggorokan (THT), gigi dan mulut, serta pengecekan gula darah sewaktu dan kolesterol. Pemeriksaan juga mencakup skrining tuberkulosis, hepatitis, dan penyakit tidak menular (PTM). Pada hari pertama, tercatat sebanyak 205 orang telah mengikuti CKG, terdiri atas 48 pegawai Kanwil Ditjenpas Sumsel, 77 pegawai Rutan Kelas I Palembang, dan 80 warga binaan. Capaian ini menjadi langkah awal dalam memperluas akses pemeriksaan kesehatan dan mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini di lingkungan Pemasyarakatan.
Yulius Sahruzah menegaskan bahwa pelaksanaan CKG dan skrining TB perlu ditindaklanjuti secara berkelanjutan melalui koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan terkait. Seluruh hasil pemeriksaan akan menjadi bahan evaluasi, termasuk tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) bagi warga binaan yang telah diambil sampelnya. Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Sumsel berkomitmen memperkuat sinergi dengan instansi kesehatan guna mewujudkan pelayanan Pemasyarakatan yang semakin optimal, sekaligus menciptakan lingkungan rutan yang sehat, aman, dan mendukung proses pembinaan warga binaan.






Tinggalkan Balasan