
Palembang, 20 Oktober 2025 — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan menggelar Rapat Pembentukan Tim Efektif Proyek Perubahan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Mishbahuddin bertempat di Aula Kanwil Ditjenpas Sumsel.
Proyek perubahan yang diusung kali ini mengangkat tema “Transformasi Pembinaan Rohani Islam Berbasis Pesantren di Lapas dan Rutan Sumatera Selatan dalam Meningkatkan Akhlak dan Reintegrasi Sosial”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sistem pembinaan rohani di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) melalui pendekatan berbasis pesantren, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih nyata terhadap pembentukan akhlak, karakter, serta kesiapan sosial warga binaan setelah bebas.
Dalam rapat tersebut dibahas pembentukan struktur tim efektif yang akan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan, koordinasi, serta evaluasi program secara berkelanjutan. Tim ini diharapkan mampu mengintegrasikan unsur pembinaan keagamaan dengan pendidikan moral dan sosial, bekerja sama dengan para ustaz, lembaga keagamaan, serta instansi terkait.
Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Mishbahuddin dalam arahannya menyampaikan bahwa transformasi pembinaan berbasis pesantren merupakan langkah strategis dalam mendukung misi Pemasyarakatan yang humanis, religius, dan berorientasi pada reintegrasi sosial. “Kami ingin menciptakan lingkungan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada disiplin dan keterampilan, tetapi juga memperkuat keimanan, akhlak, dan tanggung jawab sosial warga binaan,” ujarnya.
Melalui terbentuknya tim efektif ini, diharapkan implementasi proyek perubahan dapat berjalan secara terarah dan menghasilkan model pembinaan yang bisa direplikasi di seluruh UPT Pemasyarakatan di Sumatera Selatan.






Tinggalkan Balasan