Palembang, 17 November 2025 – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Selatan menggelar Rapat Tim Efektif Proyek Perubahan Program Pelayanan Hukum melalui Legal Clinic Collaboration (LCC) bertempat di Aula. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Sumsel, Erwedi Supriyatno, serta turut diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sumatera Selatan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting.

Program LCC merupakan inovasi pelayanan hukum yang dirancang sebagai wadah kolaborasi komprehensif antara unsur Akademisi, Pemerintah, Lembaga, serta Advokat/Pengacara dalam memberikan layanan hukum yang lebih mudah diakses, profesional, dan berkeadilan bagi warga binaan pemasyarakatan. Melalui pendekatan kolaboratif ini, Kanwil Ditjenpas Sumsel mendorong penguatan kualitas pembinaan serta pemenuhan hak-hak hukum warga binaan secara terukur.

Dalam rapat tersebut, Erwedi Supriyatno menekankan pentingnya konsolidasi dan kesiapan teknis seluruh pihak menjelang pelaksanaan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama para stakeholder. Ia menegaskan bahwa proses penandatanganan ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk memperkuat jejaring kerja sama dan memastikan keberlanjutan program LCC secara jangka panjang.

“Kita harus memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik, termasuk pemahaman peran masing-masing pihak. Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen nyata kita dalam menghadirkan pelayanan hukum yang lebih inklusif bagi warga binaan,” ujar Erwedi.

Rapat berjalan intensif dengan sesi pemaparan, penyelarasan agenda, serta pembahasan teknis pelaksanaan MoU dan PKS. Partisipasi aktif UPT Pemasyarakatan secara virtual turut memperkaya diskusi dan memastikan keseragaman langkah di seluruh wilayah.

Melalui penguatan koordinasi ini, Kanwil Ditjenpas Sumsel optimistis Program Legal Clinic Collaboration dapat memberikan dampak signifikan dalam peningkatan layanan hukum dan mewujudkan pemasyarakatan yang lebih humanis, responsif, dan akuntabel.

Tinggalkan Balasan

Trending