
Palembang, 15 Oktober 2026 — Kepala Kantor Wilayah, Yulius Sahruzah, memimpin rapat pembentukan tim survei dan analisis kelayakan lahan idle yang diusulkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendukung program rehabilitasi narkotika dan ketahanan pangan. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk melakukan survei terhadap kelayakan lokasi yang berpotensi dimanfaatkan bagi pelaksanaan program tersebut.
Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat rehabilitasi bagi warga binaan pengguna narkotika sebagai salah satu langkah penanganan kelebihan kapasitas (overcrowding) di lembaga pemasyarakatan (lapas). Penjajakan lokasi dilakukan untuk memastikan potensi dan kesesuaian lahan sebelum ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan program.
Rapat tersebut diikuti oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah, Kepala Lapas Banyuasin, Kepala Lapas Kayu Agung, Kepala Lapas Narkotika Banyuasin, perwakilan Lapas Tanjung Raja, Ketua Tim Perencanaan, Ketua Tim Umum dan BMN, serta Ketua Tim Pembinaan.
Pembahasan difokuskan pada pembentukan tim yang akan bertugas melaksanakan survei lapangan, mengidentifikasi potensi lahan, serta menganalisis kelayakan dan kesesuaian lokasi dengan kebutuhan program rehabilitasi narkotika. Hasil survei nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan lokasi untuk mendukung rencana pelaksanaan program tersebut.
Selain mendukung rehabilitasi narkotika, usulan pemanfaatan lahan idle juga membuka peluang pengembangan program ketahanan pangan melalui sinergi dengan Kementan. Pemanfaatan lahan secara produktif diharapkan dapat mendukung kegiatan pembinaan warga binaan sekaligus berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan.
Melalui pembentukan tim survei ini, Kanwil Sumsel menindaklanjuti arahan pimpinan dengan mengedepankan koordinasi lintas unit dan analisis kelayakan secara terukur. Hasilnya diharapkan menjadi dasar bagi tahapan perencanaan selanjutnya dalam mendukung penanganan overcrowding lapas, pengembangan rehabilitasi narkotika, serta optimalisasi pemanfaatan lahan idle untuk program ketahanan pangan.






Tinggalkan Balasan